Meta Menggunakan Postingan Media Sosial Pengguna Untuk Melatih AI

Posted on
Meta Menggunakan Postingan Media Sosial Pengguna Untuk Melatih AI

Meta, perusahaan induk dari Facebook, sedang berada di bawah sorotan setelah pengguna Facebook di Eropa menerima notifikasi tentang pembaruan kebijakan privasi. Pembaruan ini sejalan dengan peluncuran fitur AI generatif baru di wilayah tersebut, memicu kekhawatiran di kalangan pengguna dan para advokat privasi.

Perubahan Kebijakan Privasi AI Generatif Meta dan Dampaknya

Menurut kebijakan privasi AI generatif Meta, perusahaan ini menggunakan informasi yang dibagikan di platformnya, seperti postingan dan foto dengan keterangan, untuk melatih model AI mereka. Namun, mereka dengan tegas menyatakan bahwa pesan pribadi tidak termasuk dalam proses pengumpulan data ini. Perbedaan ini bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran privasi, menjamin bahwa komunikasi pribadi tetap rahasia.

Baca lainnya: Kontroversi dan Langkah Strategis OpenAI: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kepatuhan Terhadap GDPR

Seorang juru bicara Meta menegaskan bahwa perusahaan ini menginformasikan pengguna sesuai dengan undang-undang privasi setempat, terutama Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) di Eropa. Regulasi ini mewajibkan perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan data yang ketat dan transparansi dalam mengelola data pribadi. Notifikasi yang diterima oleh pengguna berbasis di Inggris, Philip Bloom, menyoroti bahwa perubahan ini akan berlaku mulai 26 Juni 2024.

Perbedaan Pendekatan Berdasarkan Wilayah

Menariknya, sementara pengguna di Eropa menerima notifikasi ini, pengguna di AS tidak menerima pembaruan yang serupa. Kebijakan berbagi data Meta tampaknya sudah berlaku di AS, menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam menginformasikan pengguna berdasarkan regulasi dan praktik regional.

Meta Menggunakan Postingan Anda untuk Melatih AI

Meta telah memperkenalkan fitur AI generatif sejak September 2023. Awalnya, fitur ini mencakup kemampuan untuk menandai chatbot Meta AI dalam percakapan di Messenger, Instagram, dan WhatsApp. Pengguna juga dapat berinteraksi dengan persona AI yang dimodelkan setelah kemiripan selebriti berlisensi seperti Snoop Dogg, Charli D’Amelio, dan Kendall Jenner. Pendekatan kreatif ini meningkatkan keterlibatan pengguna dan menawarkan pengalaman interaktif yang baru.

Baca lainnya: Meta Sedang Menguji Fitur Gambar Profil Buatan AI di WhatsApp

Baru-baru ini, Meta memperluas fitur berbasis AI dengan menjadikan Meta AI sebagai bilah pencarian default di Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp. Ini memungkinkan pengguna untuk berbicara dengan AI tentang postingan tertentu, mengintegrasikan AI lebih dalam ke dalam pengalaman pengguna. Namun, satu kekhawatiran penting adalah bahwa fitur-fitur ini tidak dapat dimatikan, yang berpotensi membatasi kontrol pengguna atas interaksi mereka dengan AI.

Kekhawatiran Privasi dan Inovasi AI

Penggunaan postingan publik untuk pelatihan AI telah memicu kekhawatiran di kalangan pengguna dan para advokat privasi. Ini menyoroti pentingnya memahami dan mengelola praktik berbagi data di platform media sosial. Seiring dengan berkembangnya teknologi AI, keseimbangan antara inovasi dan privasi pengguna menjadi semakin penting. Pendekatan Meta terhadap transparansi dan kepatuhan terhadap undang-undang privasi akan memainkan peran kunci dalam mengatasi kekhawatiran ini dan mempertahankan kepercayaan pengguna.

Baca lainnya: Instagram vs Facebook: Mana yang Terbaik untuk Iklan Pemasaran Bisnis Anda?

Dengan terus memantau perkembangan ini, pengguna dapat lebih memahami bagaimana data mereka digunakan dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi privasi mereka di era digital yang terus berkembang.

Gravatar Image
Penulis sekaligus tukang review aplikasi Berpengalaman yang suka dibidang Teknologi, dukung terus situs applikasi.co.id biar aku semangat ya :)